Rabu, 23 November 2011

Penggunaan Ultrasonic dalam Pengobatan

1. Daya ultrasonik.
Frekuensi dan daya ultrasonik yang dipakai dalam dibidang kedokteran disesuaikan menurut kebutuhan:
F sebesar 1 – 5 MHz dengan daya 0,01 W/cm dipakai untuk diagnostik. Apabila daya ditingkatkan sampai 1 W/cm dipakai dalam pengobatan edangkan untuk merusak jaringan kanker dipakai daya 10 W/cm .
Efek gelombang ultrasonik:
1. Mekanik
Yaitu menimbulkan disintegrasi beberapa benda padat, dipakai untuk menentukan lokasi batu empedu.
2. Panas
Pada jaringan bisa terjadi pembentukan rongga dengan intensitas yang tinggi.
3. Kimia
Menyebabkan proses oksidasi dan hidrolisis pada ikatan tertentu.
4. Biologis
Gabungan dari berbagai efek:
  • pelebaran pembuluh darah
  • peningkatan permeabilitas membran sel darah.
  • peningkatan aktifitas sel.
  • Otot mengalami paralyse, bakteri dan virus mengalami kehancuran.
  • Keletihan apabila daya ditingkatkan.

2. Hal – hal yang Didiagnosis dengan Ultrasonik :
Sesuai dengan metode skanning yang dipakai maka untra sonik dapat dipergunakan untuk diagnosis :
  • A Skanning :
Mendiagnosis tumor otak, memberi informasi tentang penyakit – penyakit mata, daerah atau lokasi yang dalam dari bola mata, tumor retina.
  • B Skanning
  1. Untuk memeperoleh informasi struktur dalam dari tubuh manusia. Misalnya hati, lambung, usus, mata, payudara, jantung janin.
  2. Untuk mendeteksi kehamilan sekitar 6 minggu, kelainan dari uterus dan kasus – kasus perdarahan yang abnormal, serta abortus.
  3. Lebih banyak memberi informasi dari pada X – ray dan sedikit resiko yang terjadi.
  • M Skanning :
  1. memberi informasi tentang jantung, katup jantung, pericardial effusion.
  2. M Skanning mempunyai kelebihan yaitu dapat dikerjakan sembari pengobatan berlangsung untuk mengetahui kemajuan dari pengobatan.

3. Penggunaan Ultrasonik dalam Pengobatan :
Ultrasonik dapat digunakan dalm pengobatan diantaranya adalah :
  1. Sebagai diatermi ( intensitas 1 – 10 W/ cm  , f : 1 MHz, A : 10 W/cm.
  2. Dapat dipakai untuk menghancurkan jaringan kanker.
  3. Dapat dipakai untuk pengobatan penyakit parkinson dan penyakit Mienere.
Adapun skema cara kerja dari USG yang memanfaatkan gelombang ultrasonik adalah sebagai berikut.
1. Transducer
Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transduser. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar.
2. Monitor
Monitor yang digunakan dalam USG
3. Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC cara USG merubah gelombang menjadi gambar.

Adapun jenis pemeriksaan USG ada 4 jenis yaitu sebagai berikut
1. USG 2 Dimensi
Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.
2. USG 3 Dimensi
Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).
3. USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar janinnya dapat “bergerak”. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.
Berikut ini adalah gambar USG 4 dimensi
30
4. USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi:
- Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).
- Tonus (gerak janin).
- Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).
- Doppler arteri umbilikalis.
- Reaktivitas denyut jantung janin.
Berikut adalah salah satu gambar hasil digital color Doppler USG.
images
Melihat fungsi dan cara kerja USG, dapat dikatakan bahwa kinerja USG identik dengan scanner secara umum yang membedakan hanyalah data yang diterima, USG menerima data berupa gelombang sedangkan scanner menerima data berupa barang

1 komentar: